kalori tempe goreng

Pahami Kalori Tempe Goreng dan Dampak Untuk Kesehatan

Kalori tempe goreng bervariasi, sekitar 190–225 kalori per 100 gram untuk tempe goreng biasa, namun bisa melonjak hingga 440 kalori per 100 gram jika dibalut tepung.Hal ini disebabkan oleh minyak yang terserap selama proses penggorengan, yang meningkatkan kandungan lemak dan kalori secara signifikan.

 

Meski demikian, tempe goreng tetap menjadi sumber protein nabati yang baik jika dikonsumsi dengan porsi terkontrol dan diimbangi asupan sehat lainnya.

Kalori Tempe Goreng Berapa dan Mengapa bisa Tinggi?

Tempe merupakan makanan fermentasi berbahan dasar kedelai yang kaya protein nabati, serat, serta berbagai vitamin dan mineral. Saat digoreng, tempe mengalami perubahan nilai gizi karena proses pemanasan dan penyerapan minyak.

 

Sebagai gambaran umum: tempe goreng tanpa tepung: ±190–225 kalori, sedangkan kalori  tempe goreng tepung: ±350–440 kalori. Mayoritas kalori berasal dari lemak akibat minyak goreng.

Selain itu beberapa faktor yang mempengaruhi kalori tempe goreng diantaranya yaitu ukuran dan ketebalan potongan tempe, jenis minyak yang digunakan, suhu dan lama penggorengan, penggunaan tepung sebagai lapisan. Oleh karena itu, semakin banyak minyak yang terserap, semakin tinggi pula jumlah kalorinya.

Dampak Kalori Berlebihan dari mengkonsumsi Tempe Goreng

Kalori tempe goreng yang terlalu tinggi tentu tidak baik bagi kesehatan, dan pastinya akan menimbulkan dampak negatif. Adapun efek negatif yang terjadi bagi tubuh sebagai berikut.

Penumpukan lemak tubuh

Tempe goreng mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi. Ketika asupan kalori harian melebihi kebutuhan tubuh dan tidak dibakar melalui aktivitas fisik, kelebihan energi tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan lemak tubuh, terutama di area perut dan pinggang.

Gangguan pencernaan

Makanan berlemak tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Konsumsi gorengan berlebihan dapat memperlambat kerja sistem pencernaan, memicu sembelit, perut kembung, hingga rasa tidak nyaman pada lambung. Pada sebagian orang, gorengan juga dapat memicu asam lambung naik.

Perut terasa begah dan tidak nyaman

Dampak dari kalori tempe goreng lainnya yaitu perut terasa begah dan tidak nyaman hal ini terjadi karena Minyak yang berlebihan membuat makanan terasa “berat” di perut. Akibatnya, setelah makan gorengan, tubuh sering merasakan begah, penuh, dan cepat lelah. Kondisi ini biasanya semakin terasa jika gorengan dikonsumsi tanpa diimbangi asupan serat dan cairan yang cukup.

 

Berat badan naik secara perlahan

Kenaikan berat badan akibat gorengan sering kali terjadi secara tidak disadari. Satu atau dua potong tempe goreng mungkin terasa sepele, tetapi jika dikonsumsi rutin setiap hari, akumulasi kalorinya dapat menyebabkan berat badan meningkat perlahan dalam jangka panjang.

 

Oleh Karena itu, makanan tinggi kalori seperti tempe goreng sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan dan selalu diimbangi dengan pola makan seimbang, seperti memperbanyak sayur, buah, asupan serat, serta cairan. Dengan kombinasi yang tepat, tempe goreng tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.

 

Perbandingan Kalori Tempe Goreng vs Tempe Rebus

Perbedaan kalori tempe goreng dengan tempe rebus yaitu dimana tempe rebus berjumlah lebih kurang 150 kalori per 100 gram, sedangkan tempe goreng lebih kurang 225 hingga 440 kalori per 100 gram.

 

Perbedaan utamanya berasal dari tambahan minyak saat digoreng. Dari sisi kalori, tempe rebus jelas lebih ringan, tetapi tempe goreng tetap boleh dikonsumsi sesekali.

 

Cara Mengolah Tempe goreng agar Lebih Sehat

Agar nutrisi tempe tetap optimal, pilih cara memasak yang lebih sehat seperti ditumis ringan, dikukus, direbus, atau dipanggang. Tempe juga bisa diolah menjadi sup, pepes, atau salad.

 

Jika tetap memilih menggoreng tempe, gunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak kelapa, zaitun, atau kanola, serta batasi jumlah minyak agar tempe tidak menyerap terlalu banyak lemak jenuh.

 

Tak hanya itu, saat mengolah tempe sebaiknya batasi penggunaan garam dan perasa buatan tinggi natrium seperti MSG, karena asupan natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko hipertensi.

 

Tips Memilih Tempe Berkualitas

Setelah memahami cara mengolah tempe goreng agar lebih sehat, Andaa perlu juga mengetahui cara memilih tempe yang berkualitas.

  • Perhatikan warna tempe: Warna tempe yang baik adalah putih merata yang menutupi kedelai.
  • Cek aroma tempe: Aroma tempe yang berkualitas baik seharusnya segar dan khas fermentasi, mirip dengan bau kacang-kacangan.
  • Perhatikan tekstur tempe: Tempe yang berkualitas seharusnya padat, rapat, dan konsisten.
  • Cek suhu tempe: Tempe yang baik seharusnya terasa hangat saat dipegang. Suhu hangat ini menunjukkan bahwa pertumbuhan jamur berlangsung aktif dan baik.
  • Periksa Kondisi Umum Tempe: Tempe harus terlihat segar dan baru dari luar. Pastikan tidak ada bercak putih atau warna-warni yang tidak lazim, karena ini bisa menandakan kontaminasi.

 

Apakah tempe goreng cocok untuk diet?

Ya, tempe goreng masih cocok untuk diet jika porsinya dibatasi dan diimbangi asupan tinggi serat.

Berapa kalori tempe goreng per potong?

Rata-rata sekitar 95–115 kalori per potong tanpa tepung, dan lebih tinggi jika menggunakan tepung.

Lebih tinggi mana kalori tempe goreng atau tempe rebus?

Kalori tempe goreng lebih tinggi karena adanya minyak dari proses penggorengan.

Apakah tempe goreng masih sehat dikonsumsi setiap hari?

Tidak disarankan. Konsumsi terlalu sering dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori berlebih.

 

Kesimpulan

Tempe goreng bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya. Dengan memahami kalori tempe goreng, memilih cara pengolahan yang tepat, serta mengontrol porsi, tempe goreng tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang.

 

Untuk menjaga tubuh tetap nyaman setelah mengonsumsi makanan tinggi kalori, lengkapi harimu dengan jus serat alami dari Nakny. Dengan kombinasi tepat antara makanan favorit dan asupan sehat, tubuh tetap terasa ringan tanpa harus merasa bersalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *